Nengnongnengdee’s Weblog


materi TA
Maret 27, 2008, 3:23 am
Filed under: Uncategorized

PRA PRODUKSI

Link http://www.liputan6.com

Flow Chart Prosedur Perencanaan Produksi terlampir.

UMUM

1. Proposal dan Rencana anggaran biaya dibuat oleh masing-masing produser yang bersangkutan, dibicarakan dalam tim dan ditandatangani oleh Manager Produksi.
2. Setelah diperiksa oleh Budgeting (Accounting) diperiksa oleh Departemen Finance.
3. Proposal dibicarakan dan meminta persetujuan dari GM Produksi, GM Marketing, GM Program dan Managing Director.
4. Proposal Produksi memuat penjelasan mengenai :
– Judul Program – Rencana Kerja
– Rencana Penayangan – Tata artistic, lampu dan effect
– Pengisi Acara – Tata suara
– Susunan Crew Produksi – Penyutradaraan
– Uraian ide, isi, maksud dan – Tata kamera dan tujuan program.
– Durasi dan Rundown – Post Production
– Lokasi produksi – Anggaran Biaya

5. Dalam Rencana Produksi dijelaskan mengenai luas studio yang diperlukan disertai alasan/data yang diperlukan.
6. Untuk keteraturan Produksi, Program Rundown dan Daily Rundown adalah pegangan utama pelaksanaan Produks. Urutan kegiatan atau rundown harus dijelaskan dan disosialisasikan kepada crew Produksi yang terlibat dari suatu program.
7.Proposal unuk program-program yang mempunyai jadwal tetap (seperti Ramadhan, Idul Fitri, Hut Lativi dan Program Reguler lainnya) diserahkan 6 bulan sebelumnya, agar tersedia cukup waktu untuk evaluasi, riset, perencanaan penggunaan studio, crew, peralatan, pegisi suara dan penjadwalan air time-nya.

ANGGARAN BIAYA

Anggaran Biaya
1. Perencanaan dan pelaksanaan
1.1. Perencanaan yang baik meliputi Anggaran biaya yang efisien.
1.2. Anggaran biaya Produksi disusun dengan rapi, teratur, realistis dan mudah dimengerti.
1.3. Anggaran biaya dibuat oleh produser, ditandatangani oleh GM Produksi, copy diserahkan. kepada GM Programming, Finance dan Budgeting (Accounting) paling lambat 30 hari sebelum pelaksanaan untuk disetujui.
1.4. Anggaran biaya harus dibuat realistis dan terencana dengan baik, sehingga mengurangi seminimal mungkin biaya tak terduga atau biaya tambahan lainnya. Biaya tambahan tersebut dapat menganggu kelancaran Produksi karena harus diminta melalui prosedur yang berlaku.
1.5 Anggaran telah disetujui oleh kantor pusat 2 bulan sebelumnya.
1.6 Perjalanan ke luar kantor, luar kota atau luar negeri mengacu pada peraturan mengenai Perjalanan Dinas dan Kendaraan Dinas.
1.7 Juga termasuk dalam biaya operasional Produksi adalah sewa mobil lokal, biaya rekontruksi dan biaya umum lainnya.
1.8. Seluruh pengeluaran biaa Produksi dilakuan oleh Departemen Finance dengan didampingi oleh Produksi.
1.9. Pengeluaran dilaukan dengan seefisien mungkin, dengan selalu berusaha memperoleh informasi lengkap mengenai setiap pengeluaran dan kebuuhan Produksi yang kompetitif. Penting untuk selalu berusaha menghasilkan Produksi yang bermutu dengan budget yang efisien.

2. Pelaporan Pemakaian Anggaran
2.1. Paling lambat 14 hari setelah Produksi diselesikan, sema laporan mengenai realisasi pemakaian anggaran sudah diserahkan kepada Bagian Finance dan Accounting, disertai dengan lampiran bon-bon bukti-bukti pembelia asli dan kwitansi bermaterai.
2.2. Setiap bon/kwitansi diparaf dan bukti pelaporannya ditandatangani oleh Produser dan Production Manager.
2.3. Barter dilampirkan sebagai bagian dari laporan keseluruhan.
2.4. Apabila laporan pertanggungjawaban keuangan dari produksi yang belum dilaporkan setelah 14 hari, tidak diperkenenkan meminta realisasi pembiaayaan Produksi yang baru.

Terlampir adalah contoh dari proposal Produksi, anggaran biaya produksi sinetron, program agama Islam, Daily Rundow, Program Rundown dan Tarif sewa Studio.

LOKASI PRODUKSI
Sesuai perencanan Produksi yang telah memperoleh persetujuan, maka lokasi produksi dapat mengambil tempat di :
1. Dalam Studio
2. Luar Studio
3. Dalam dan Luar Studio
4. Dalam Negeri
5. Luar Negeri

DALAM STUDIO

1. Permintaan studio disampaikan kepada bagian Schedulling Studio paling lambat H-30 (30 hari sebelumnya).
2. Dalam hal memenuhi permintaan Produksi yag penting dan mendesak, diperlukan pembicaraan denga bagian scheduling Studio mengenai kemungkinan jadwal pelaksanaan.
3. Jika penuh usahakan pergeseran waktu pemakaian. Bila tidak dapat, cari alternative untuk menyewa studio di tempat lain.
4. Koordinasi
4.1. Produser melakukan rapat koordinasi dengan bagian-bagian terkait 1-3 kali, tergantung besar kecilnya skala Produksi, dengan dibuat Minutes of Meeting.
4.2. Pertemuan dengan artis dan pengisi acara yang berperan penting dalam scenario dilakukan minimal satu kali. Produser menjelaskan secara detil kepadayang bersangkutan. Produser didampingi oleh Pengarah Acra dan telah siap dengan rundown.
4.3. Semua masalah administrative yang menyangkut kontrak dengan pengisi acara, penyewaan peralatan, barter deal dan lain-lain diselesaikan pada H-7.
4.4. Pada H-7 Produser melakukan konfirmasi ulang terhadap semua persiapan Produksi yang telah dilakukan kepada masing-masing penanggung jawab dari setiap tugas yang diberikan.
4.5. Untuk set décor yang besar dan sulit dikerjakan, perlu dilakukan diskusi secara mendalam dengan bagian art, lighting, audoa dan baian terkait lainnya.

5. Tenggat waktu persiapan pelaksanaan

5.1. Pada H-1 set décor sudah siap digunakan, lengkap dengan furnitures, properties dan accessories yang diperlukan. Lakukan uji coba bila shooting menggunakan set décor Chromakey atau Virtual set, sehingga berhasil baik.
5.2. Lighting, sound system dan special effect yang diperlukan selesai pada 12 jam sebelumnya.
5.3. General Rehearsal lengkap dilakukan pada 3-6 jam sebelum shooting, terutama untuk siaran langsung, acara besar atau sedang.
5.4 Satu jam sebelum shooting semua fasilitas, peralatan shooting, pengisi acara dan penonton siap di studio.
5.5. Untuk acara siaran langsung, satu jam sebelum shooting dilakukan uji coba pengiriman gambar dan suara melalui perangkat siaran. Perhatikan agar peralatan komunikasi berlangsung baik.

6. Saat pelaksanaan

6.1. Pada saat pelaksanaan shooting semua pintu studio dalam keadaan tertutup atau dijaga agar tidak mengganggu shooting.
6.2. Petugas security berjaga di dalam studio.

LUAR STUDIO

Produksi di luar studio yang dimaksud adalah :
– Lapangan terbuka
– Dalam gedung besar
– Dalam rumah tinggal
– Bangunan lainnya (Sekolah, Mall, Studio Alam)
– Jalan raya
– Kendaraan umum (darat, laut dan udara)
– Perkampungan/pedesaan
– Bangunan keagamaan (Masjid, Gereja, Candi, dll)
– Sungai, danau, laut, hutan, gunung, dll.

Produksi di lapangan terbuka memerlukan perhatian khusus, karena sesuai scenery, memasukkan unsure penonton dalam kumlah besar (Mis: sepakbola, dangdut, kolosal, tabligh akbar, pertandingan olahraga dll). Untuk produksi di lapangan terbuka perlu diperhatikan hal sebagai berikut :
– Area Coverage, untuk menentukan jumlah kamera yang diperlukan dan letak penempatannya
– Panggung, tenda dan set décor
– Perkiraan cuaca
– Jumlah crew yang diperlukan
– Safery, security dan perijinan
– Sumber daya tenaga listrik
– Jumlah dan penempatan penonton
– Pemakaian dan penempatan peralatan EFP atau OB Van
– Lighting dan audio

1. Persiapan Produksi
1.1. Persiapan teknis administrative selesai pada H-30 dan prosedur perencanaan Produksi dilakukan sebagaimana seharusnya.
1.2. Semua perijinan yang diperlukan seperti Ijun Keramaian, koordinasi dengan para sponsor dan aparat keamanan harus sudah selesai 30 hari sebelum pelaksanaan.
1.3. Rapat koordinasi deng Crew Produksi dan teknik minimal 3 kali. Tiga hari sebelum pelaksanaan, diadakan rapat dengan pengisi acara.
1.4. Desain set décor, panggung, lighting, audio, special effect, penempatan kamera, EFP/OB sudah diputuskan 14 hari sebelum hari pelaksanaan.
1.5. Catering, make-up , custom, ruang tunggu, fasilitas pelayana umum, security, transportasi sudah harus diselesaikan 10 hari sebelum hari pelaksanaan.
1.6. Set décor selesai H-2.
1.7 Latian pengisi acra dilakukan pada H-1. saat itu crew teknik dan Produksi mencoba semua peralatan yang diperlukan.
1.8. Untuk acara yang melibatkan penonton dalam jumlah besar, safety dan security melibatkan aparat keamanan setempat, mobil ambulace dan tenaga medis.
1.9. Jumlah dan letak kamera memperhitungkan keleluasaan gerak dan pengamanannnya,
1.10. Gladi resik dilakukan minimal 3 jam sebelumnya.
1.11. 12 jam sebelum pelaksanaan Produksi diadaka inspeksi meyeluruh terhadap semua instalasi perlistrikan dan perangkat penyiaran.
1.12. Security harus sudah bertugas saat peralatan atau set décor mulai dipasang, sedangkan seluruh security sudah siap di lokasi 3 jam sebelum shooting.
1.13. Produser, Program Director dan semua crew teknik dan produksi siap ditempat minimal 5 jam sebelum shooting.

2. Pelaksanaan Produksi
2.1. Produser memimpin briefing terakhir 2 jam sebelum acara, untuk menegaskan kembali format, rundown, camera script, informasi terakhir dan doa bersama.
2.2 Aba-aba maupun perintah dilakukan dengan jelas da benar dengan kurir/runner untuk memperlancar pekerjaan.
2.3 Baik dalam siaran live maupun Taping dibuat rekaman dengan diberi identifikasi mengenai :
– Judul Acara
– Lokasi
– Waktu
– Segmnetasi/Scenery dan time code
– Nama VTR Operator

2.4 Khusus untuk Produksi acara siaran langsung.
2.4.1 Divisi Programming menyiapkan program back-up yang siap tayang dengan durasi yang sama dan sedapat mungkin merupakan program sejenis, atau target segmen pemirsa yang sejenis.
2.4.2 Berita acara dibuat jika karena berbagai kendala, Produksi acara siaran langsung tidak dapat dilaksanakan/disiarkan sebagaian atau selurihnya. Berita acara tersebut ditandatangani oleh GM Produksi, GM Teknik, dan GM Programing, dan dilaporkan ke Managing Director/ Founder.

DALAM STUDIO DAN LUAR STUDIO

Siaran dari luar negeri seringkali dikombinasikan dengan talk show di dalam negeri, Misalnya pada siaran sepak bola atau bulu tangkis. Bila presenter yang berada di luar negeri, makadilakukan siaran langsung audio dan video. Sedangkan bila audio saja, maka foto presenter ditampilkan dala CG (Curent generator).

Sesuai scenario, shooting bisa dilakukan di dalam studio dan luar studio sekaligus secara terintegrasi, baik untuk taping maupun live. Bila demikian, maka setting peralatan dilakukan sebaik dan seteliti mungkin, sehingga pergantian adegan bisa berlangsung dengan lancar.
1. Program Director membuat run-down acra dibuat dengan rinci dan jelas, dan dimengerti oleh seluruh seluruh crew yang terlibat.
2. ntuk acara yang berdurasi lebih dari 45 menit, switcher dibantu oleh asisten switcher dan ditempatkan di lokasi shooting.
3. pastikan seluruh peralatan komunikasi yang digunakan (HT, Headphone, Handphone) berfungsi dengan baik.

DALAM NEGERI

Termasuk di sini adalah semua kegiatna Produksi di bernagai daerah di Indonesia selain di dalam kota DKI Jakarta. Kegiatan tersebut antara lain :
– Road show marketing
– Film Dokumneter
– Features (liputan berita, profil budaya, investigasi, kunjungan pejabat tinggi, dll0
– Sinetron
– Acara keagamaan
– Dll.

Untuk kegiatan produksi Dalam Negeri :

1. Membawa peralatan Produksi secukupnya, tidak menghambat mobilitas namun tetap menghasilkan kualitas produksi terbaik.
2. Disiarkan untuk melibatkan pengisi acar dan potensi budaya setempat.
3. Sedapat mungkin mengadakan komunuikasi regular dengan kantor pusat, dengan melaporkan aktivitas.
4. Produser membuat catatan harian semua aktivitas dinas dan kejadian penting lainnya.
5. membuat berita acara bila ada kejadian yang tidak sesuai dengan perencanaan scenario dan rundown produksi.

Untuk Event Promo Off-air dan pembagian hadiah akan diatur tersendiri di marketing.

LUAR NEGERI

Produksi di luar negeri dapa dilakukan untuk jenis :
– Olahraga : sepak bola, Bulu tangkis, tinju, Sea games, Asian Games, Olimpiade, dll.
– Religius : Perjalanan haji, Umroh, Ziarah, natal, dll.\
– NCA : Perjalanan Kepala Negara, Undangan Negara Asing, Features, Konfrensi, dll.
– Wisata : Undangan Travel Biro.
– Lain –lain : Sinetron in house.

Ketentuan umum :
1. Produksi di luar negeri hanya dapat dilakukan setelah memperoleh persetujuan dari Managing Director, Direktur Utama dan Founder.
2. Proposal lengkapa sudah disetujui 30 hari sebelum keberangkatan.
3. Surat perjalanan dinas untuk crew, pengisi acara dan peserta lainnya yang terlibat.
4. Selain Visa, di beberapa negara diperlukan Ijin Peliputan, Contohnya Untuk Ijin Peliputan di Saudi Arabia dapat diurus melalui kedubes Saudi Arabia di Jakarta.
5. Dibuatkan daftar mengenai jumlah, jenis, merk dan no seri peralatan untuk diketahui/dicap oleh Bea Cukai Bandara.
6. Semua surat perjanjian kerjasama dengan pihak 14 hari sebelum keberangkatan.
7. Untuk siaran langsung, Koordinasikan dengan Divisi Tekhnik dan SNG untuk pelaksanaan Produksi dan live interaktif, paling lambat 30 hari sebelumnya.

Ketentuan khusus :
1. Sport
1.1. Susun Deskripsi yang jelas mengenai :
– Siaran langsung audio dan video atau audio/video saja.
– Pengeturan pengiriman gambar, saluran komunikasi, ruang lingkup liputan dan control room.
– Jadwal On-air dari hasil Produksi.
– Scenery dari rencana shooting.
– Rancangan set décor (bila diperlukan).
– Keperluan editing dan post production.
– Penyiapan computer graphic, OBB dan CBB.
1.2. Melakukan uji coba pengiriman gambar dan suara (audio and video test) 2 hari sebelum siaran.
1.3. Pengaturan kostum dan make-up pengisi acara, logo perusahaan dan promo material sejauh diperlukan atau sesuai perjanjian.
2. Religius
Liputan acara yang bernuansa religius umumnya adalah Islam dan Kristen/katolik. Tidak tertutup juga kemungkinan menayangkan acara religius dari agama atau kepercayaan lainnya.
– Islam
Contohnya Salat Tarawih dari masjidil Haram, Sahalat Idul Fitri atau Idul dari Masjidil Haram, Tayangan Ibadah Haji, dll.
– Kristen/Katolik
Contohnya Misa Kudus Hari Natal dari Vatikan, talk Show dari dala negeri.
– Dan lain-lain.
3. News
Diatur tersendiri dalam Produser Divisi News.
4. Wisata
Perjanjian kerjasama liputan wiasata ini harus dibuat oleh bagian legal dan ditandatangani oleh pejabat perusahaan sesuai ketentuan yang erlaku.
5. Lain-lain.

TATA ARTISTIK PRODUKSI
Bagian yang antara lain mengerjakan tata artistic untuk keperluan Produksiadalah Departemen Art.
1. Pembuatan set décor tergantung kepada efektifitas, fasilias, waktu dan anggara yanag tersedia.
2. Berkenaan dengan tingkat keterampilan di stasiun TV, kesimpulan akhir dating dari perpaduan antara pandangan imajinasi dan kenyataan praktis di lapangan.
3. Perencanaan dilakukan dengan melakukan serangkaian diskusi antara set dsainer dan produser. Membuat sketsa, rencana ukuran dan ketinggiannya, konsep Produksi yang ditransformasikan pada biaya tenaga kerja, harga dan kebutuhan material.
4. Untuk produksi acara yang berskala besar, hendaknya melakukan kolaborasi yang melibatkan beberapa tenaga ahli dibidangnya. Ruang gerak kamera, olah gerak pengisi acara, Variasi lighting, pengambilan suara, kostum, make-up, dan kebutuhan teknik yang memungkinkan.
5. Ruang lingkup tanggung jawab Departemen Art adalah :
5.1. Desain Grafis
Meliputi pekerjaan pembuatan tata aksara (lettering), ilustrasi gambar, panel informasi, animasi computer grafis, papan caption, dll.
5.2. Set Décor
– Basic studio items: platform legs
– Fasility items: drops, support, flooring, cloth, garss mats
– Large sets-main body: unit piece, photo backing, unit sets
– Greenery: stones, plants
5.3. Properties
– Seluruh furniture
– Lukisan
– Peralatan masak, olah raga
– Perlengkapan sesuai set tang dibangun
5.4. Special effects
– Angin
– Hujan
– Berawan
– Salju, ice/dry ice
– Efek elektrik
5.5. Special Atwork
– Miniature sets
– Siluet (silhouettes)
– Boneka
– Model
5.6. Make-up, hairdo, customes,wardrobe
– Make up (tat arias)
– Tata busana (Wardrobe/custom)
-Tata brambut (wigs)
– Aksesories (accessories)
– Alas kaki (footwear)
5.7 Dalam operasional hariannya, Departemen Art ini juga membantu berbagai kegiatan perusahaan antara lain :
5.7.1. Pengaturan set decorasi, ruangan kantor, termasuk tata artistiknya.
5.7.2. Membantu Departmen Produksi dalam penyediaaan set decorasi dan keprluan Art lainnya.
5.7.3. Membantu Departemen Promosi dalm pembuatan desain kalender, undangan, dll.
5.7.4. Membantu divisi marketing dalam pembuatan desain leaflet, brosur, buku program bulanan, dll.

Set Décor dan Property
Set décor untuk Produksi TV hendaknya memenuhi beberapa criteria, yaitu :
– Artistik: Stting seharusnya sesuai dengan suasana, subyek dan tujuan produksi
– Teknis: Sesuai untuk digunakan di studio, ukuran-ukurannya, perlengkapan dan anggaran biayanya.
– Desain: Harus memungkinkan untuk berbagai pengambilan gambara, bebas untuk tata suara, kamera, lighting, dll.
– Komposisi ; cocok untuk karakteristik kamera TV, irama, warna, contrast dan finishingnya.

Para perancang set decor TV dapat menciptakan set décor yang diinginkan dengan melakukan daur ulang material.

Make-up
Pekerjaan make up untuk TV memiliki 3 bentuk dasar, yaitu:
1. Stright Make-up
2. Corrective Make-up
3. Character Make-p

1. Straight Make-up
Straight Make-up merupakan dasar dari tindakan make-up, dengan tujuan untuk memberikan keseimbangan sehingga pengisi acara berpenampilan minimal. Misalnya ;
– Menyegarkan warna kulit muka yag pucat dan redup da memberi kesan bercahaya.
– Memberikan bedak khusus untuk muka yang berjerawat, sehingga kulit terlihat lebih halus dan bersinar.
– Memberikan kesan bibir tang menyegarkan, menebalkan alis, meggelapkan warna telinga yang berminyak atau menerangkan warna gelap dibawah mata.
Dalam beberap acara produksi TV, pengisi acara memerlukan sedikit bahkan tanpa make-up. Cukup dengan sedikit polesan sesaat sebelum penampilan yang terkadang dikerjakansendiri oleh pengisi acara sendiri.

2. Corrective Make-up
Dimaksudkan untuk mengurangi beberapa karakteristik raut wajah yang kurang sempurna. Tujuannya adalaha memperlakukan orang tanpa melakukan rekayasa berlebiha terhadap daya tarik pribadinya. Beberapa perlakuan / tindakan yang dilakukan berkisar antara pemebetulan garis bibir, mata, hidung atau membuat permukaan kulit tidak mengkilat. Kulit yang bernoda dan warna yang tidak menarik dapat ditutupi/dipoles dengan bahan make-up yang memperhalus penampilan. Lengan, tangan, lutut dan telinga dapat dipoles dengan bahan body make-up. Perlu diperhatikan agar tidak memberi make-up yang berlebihan.

3. Character Make-up
Disini make-up yang diperlukan ditekankan pada pembentukan karakter yang akan diperankan oleh actor. Dengan make-up tertentu membuat wajag subyek berubah total. Misalnya make-up untuk setan atau monster Frankenstein. Theatrical make-up memerlukan cara yang lebih kompleks agar gambar yang terekam di kamera betul-betul menempilka karakter sesuai yang diinginkan scenery.

Prinsip-prinsip dan tata cara make-up televisi hamper identik dengan yang ada di film. Bedanya, di film tiap adegan dapat dishot segmen per segmen, baru kemudian diurutkan dalam proses editing, sedangkan di TV dimungkinkan penampilan subjek disorot terus-menerus dengan tempo yang relative lebih panjang.

Prosedur Permintaan Jasa Departemen Art
Mengingat benyaknya tugas yang harus dikerjakan, prosedur permintaan jasa pekerjaan Departemen Art sebagai berikut :

PENGGUNAAN PERALATAN PRODUKSI

Penanganan dan penggunaan peralatan Produksi memerlukan pengetahuan, pengalaman dan penghayatan atau seri yang baik. Beberapa peralatan penting adalah :
– Kamera
– Lighting
– Audio
– Video tape Recording (VTR)
– Editing
– Visual Effects
– EFP/OB Van SNG
– Production Control Room

Kamera
Dalam produksi kamera adalah alat yan paling utama yang dioperasikan oleh cameraman/juru kamera, dibantu oleh asistennya.

Beberapa tugas penting Cameraman adalah :
1. Mengoperasikan kamera untuk Sooting live atau taping program, baik di dalam maupun di luar studio.
2. Mengikuti instruksi director/pengarah acara untuk memperoleh gambar sesuai script.
3. Memberikan saran ke Director untuk pengambilan gambar terbaik.
4. Bertanggung awab untuk pemeliharaan kamera agar tetap siap operasi.
5. Membuat laporan tertulis/lisan bila ada kerusakan pada kamera.
6. Bertanggung jawab terhadap kualitas gambar, komposisi dan lensa.
7. Selalu menggunakan istilah teknik dalam operasional Produksi.
8. Bekerjasama dengan baik bersama semua crew produksi.
9. Melakukan pengepakan kamera set untuk teransportasi bila aan melakukan shooting di luar kot/negeri.
10. Instruksi kerja untuk kameraman dapat dilihat di manual Divis Teknik.

Istilah/perintah dalam operasional Kamera ;
1. Track in = maju
2. Track out = mundur
3. Crab left = bergeser ke kiri
4. Crab right = bergeser ke kanan
5. Elevate = crane up = menaikkan kamera/meninggikan kamera
6. Depress = crane down = merendahkan/menurunkan kamera
7. Pan left = mengarahkan kamera ke kir
8. Pan right = mengarahkan kamera ke kanan
9. Tilt up Pan up = menaikkan kamera dan mengarahkan kamera ke bawah
10. Tilt down = Pan down = menurunkan kamera dan mengarahka kamera ke atas
11. Framing = merupakan istilah standard yang digunakan untuk ukuran gambar. Tiap ukuran diberikan nama untuk memudahkan komunikasi antara director dengan cameraman. Contoh berikut adalah framing manusia, yaitu :
11.1. Detail Shot
Pengambilan gambar sebelah mata kanan/kiri sebagaimana diterangkan dalam script, mis: CU LET EYE. Petunjuk di script biasanya menyebut kamera kanan atau kiri.
11.2. Big Close-Up (BCU)
Potongan dari bagian atas kepala, bukan mulut atau dagu. Digunakan apabila Director ingin menonjolkan ekspresi atau cirri khusus subjek
11.3. Close-Up (CU)
Keseluruhan bentuk kepala.
11.4. Medium Close-Up (MCU)
Bagian bawah frame adalah bagian dada subjek
11.5 Mid Shot (MS)
Bagian bawah frame berada lebih bawah lagi dari pinggang untuk menunjukkan sosok subyek.
11.6. Medium Long Shot (MLS)
Juga disebut shot ¾ . Bagian bawah frame berada di sekitar lutut subyek.
11.7. Long Shot (LS)
Gambar tubuh secara lengkap dengan jarak yang sama antara batas frame di atas kepala dengan di bawah kaki. Ukuran shot ini dimulai untuk menunjukkan action sesuai ukuran set.
11.8. Very long (VLS)
Gambar tubuh secara lengkap. Jarak diperbesar keduanya diatas kepala dan di bawah kaki untuk menunjukkan posisi subyek diantara obyek lain yang ditonjolkan.
Apabila telah selesai dala suatu shooting, maka:
1. Kembalikan kamera head pada posisi lock-off posisi yang terendah.
2. Apabila prompters atau lampu kamera telah terpakai, lepaskan kabelnya.
3. Tutup lena dengan penutupnya dan pindahkan dolly ke tempatnya semula.
4. Apabila video enginer menyatakan bahwa kamera telah dimatikan, gulung kabelnya dengan baik dan rapi untuk memudahkan pemakaian bertikutnya.
5. Hed set untuk komunikasi agar disimpan kembali.
6 Simpan shot shet/rundown yang telah dipakai sebagai dokumentasi untuk bahan evaluasi. Dokumentasi ini dapat dimanfaatkan untuk program yang sama atau sejenis.

Lighting
Tata cahaya/lighting yang baik secara teknik dan artistic merupakan kontribusi yang vital bagi Produksi program TV. Jenis dan model yang dikehendaki dari pengaturan lighting harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan produser. Lighting yang baik adalah bila hasil di layer TV segalanya terlihat natural atau tercapai tujuannya.

Maksud dan tujuan ;
1. Lighting bertujuan agar hasil kamera Tv menghasilkan gambar yang berkualitas tinggi. Tingkat pencahayaan harus tepat untuk lensa kamera yang digunakan, sehingga gambar bisa diexpose dengan benar dan menciptakan ilusi tiga dimensi pada gambar datar.
2. Lighting diposisikan yang cocok untuk berbagai posisi kamera.
3. Posisi lighting disesuaikan dengan scenery, kamera dan possi sound oom agar tidak menghalangi talent dalam membaca prompter, mendegradasi make-up dll.
4. Menimbulkan impact visual yang menarik dan meningkatkan daya tarik subyek.
5. Mengesankan suasana yang tepat dan terlihat asli/natural dengan mengesankan waktu sesuai hari dan cuaca sesuai script.
6. Menentukan focus dan daya tarik pemirsa.

Audio
Dalam produksi televisi yang merupakan media audio visual, audio memgang peran sangat mendasar. Kualitas suara yang baik sesuai dengan scenery yang diatur da ditata dengan sempurna melalui peralatan teknologi seoptomal mungkin merupakan daya tarik bagi pemirsa.
Peralatan audio harus di set sedemikian rupa agar serasi degan audio level yang dikhendaki. Apabila terlalu keras akan menyebabkan penyimpangan berlebiha sehingga menghasilkan nada berlebihan yang palsu dan sumbang.

Videotape Recording (VTR)
VTR merupakan peralatan produksi yang mengalami banyak kemajuan hinga saat ini merupakan peralatan yang mudah dioperaikan lebih kompak dan dapat diandalkan.

Beberapa kegunaan VTR :
1. Kualitas dari program yang direkam hamper setara dengan video original
2. Hasil rekaman dapat segera di replay tanpa melalui proses pendahuluan apapun. Pada beberapa peralatan telah dilengkapi dengan monitor untuk memeriksa kualitasnya.
3. Videotape dapat direproduksi berkali-kali tanpa penurunan kualias.
4. Hasil rekaman dapat dihapus total atau dipilih dan dapat dipkai untuk rekaman berikutnya.
5. Videotape mudah diedit.
6. Videotaping memudahkan scheduling. Program dapat direkam dalam saat yang memungkinkan serta dapat diputar ulang bila dinginkan.
7. Berbagai effects video dapat direkam dan diperiksa seketika.
8. Film-film cinema dapat ditransfer ke film video untuk diberi tabahan title/kata-kata, penambahan music atau effects.
9. Director dapat membuat off-line editing sebelum dilakukan post-production final editing.

Editing
Editing dilakukan agar memperoleh hasil akhir/final dari proses [roduksi agar siap disiarkan sebagai program televisi. Editing dibuat dengan keahlian dan rasa seni yang baik dapat merupakan kreativitas penting bagi kontribusi produksi.

Dalam TV editing terdapat 3 macam editing:
1. Video switching pada saat rekaman dengan production switcher
2. Post-production videotape editing
3. Film editing

Pda dasarnya mekanisme editing berhubungan denga :
– “moment” yang dipilih untuk berpindah dari satu adegan ke adegan lainnya.
– “bagaimana” membuat perpindahan (cut, mix) dan “kecepatan” dari perpindahan.
– “maksud” dari adegan-adegan dan “durasi”
– Memelihara kesinambungan gambar dan audio yang bagus, mengkombinasikan gambar yang dishoot ditempat dan waktu yang berbeda, walaupun dengan single kamera.

Oleh karena itu diting mempunyai manfaat antara lain:
1. Memindahkan pusat perhatian, menuntun p[erhatian kepada aspek dari subjek atau adegan.
2. Menekankan atau menahan suatu informasi.
3. Tujuan dan durasi adegan dapat menyebabkan bagaiamana audience menafsirkan atau bereaksi terhadapnya.

Pada umumnya studio memiliki berbagai tempat penyimpanan dan fasilitas pelayanan yang berada didekatnya, untuk membantu kelancaran aktivitas Produksi dari hari ke hari. Adapun bagioan-bagian dari bangunan tersebut adalah:
Ruang Set dan Properties
Tempat pembuatan dan penyimpanan set décor yang akan digunklan produksi. Juga disimpan berbagai perlengkapan seperti furnitures, asesories, dekorasi/hiasan yang siap untuk dipasang sebagai set dcor.

Gudang Teknik
Berfungsi sebagai gudang untuk perlengkapa teknik yang dapat dipindah-pindah yang siap untuk segera digunkan seperti camera mounting, perlengkapan lighting, sound boom, picture monitor dan kabel-kabel. Gudang ini sangat diperlukan selain untuk keamaan juga agar studio bebas dan bersih dari peralatan saat pemasangan set décor.

Ruang Make-up
Ruang untuk make-up pengisi acara, biasanaya tersedia masing-masing untuk pria dan untuk wanita.

Ruang Ganti
Ruang untuk ganti pakaian, ada tempat terpisah untuk pria dan wanita srte penyimpanan persediaan costom.

Waiting Room
Ruang tunggu untuk pengisi acara, istirahat untuk penggilan tampil ke studio. Pada beberapa stasiun TV digunakan juga untuk ruangan makan artis dan crew.

Ruang VIP
Ruang tunggu untuk pengisi acara VIP

Toilet
Masing-masing untuk pria dan wanita.

Beberapa ruangan lain yang letaknya tidak jauh dari studio adalah ruang peralatan elektronik, ME dan Maintenance.

Contoh tariff sewa studio terlapir.

Production Control Room
Productioan Control Room merupakan ruangan yang sangat penting dari studio, dimana terdapat peralatan pemroses gambar yang diperoleh lewat kamera. Di sini pengarah acara/director dan par stafnya bekerja. Dari ruangan ini dapat melihat studio melalui kaca.
Segala sesuatu yang ada didalam studio, termasuk perlatan dan aktivitasnya terlihat.

Efek digunakan juga untk alsan-alasan praktis. Misalnya untuk ksenangan, ekonomi, keamana, dapat diandalkan dan khususnya apabila gambar tidak mungkin didapati dengan cara biasa.

Gambar efek dapat mempunyai bermacam arti:

Special Effects
Seperti api, ledaka dan asap adalah keterampilan khusus yang harus diserahkan pada ahlinya.

Staging Effects
Termasuk keindahan ilusi seperti perpektif semu dan perubahan ukuran.

Lighting Effects
Berkisar mulai dari impresi lingkungan seperti matahari terbenam, hingga ilusi efek seperti kendaraan lewat, riak/gemericik air dan cahaya apai.

Mirror Effects
Untuk reposisi sudut pandang kamera atau menggandakan images.

Projection Effects
Menggunkan depan atau belakang projection images.

Kamera Effects
Meggunakan perlengkapan optic.

Foreground Effects
Kamera mengambil gambar melalui tabir.

Elektronik/video Effcts
Dihasilkan melalui teknik penggunaan dan control signal video.

Temporal Effects
Dengan menggunakan cara percepatan, perlambatan atau pendiaman waktu.

Studio
Studio merupakan bagian sangat penting dalam produksi program stasiun TV. Selain untuk memproduksi acara sendiri/inhouse production, dapt dipakai untuk berbagai kepntingan produksi lainnya. Misalnya untuk disewakan kepada production house atau biro iklan. Efisiensi dalam pemakaian studio penting karena investasi yag dibutuhkan dalam pembagunan studio cukup besar.

Maintenance
Secara fungsional Dep[artemen Teknik mempunyai tugas melakukan maintenance semua peralatan produksi. Tapi pada dasarnya siapapun yang terkait dala penggunaan peralatan tersebut mempunyai kewajiba untuk merawat peralatan. Tanpa perawatan yang baik, peralatan kan rusak atau berkurang kemampuannya sehingga merugikan perusahaan.

Peralatan Produksi Tv memiliki teknologi yang semakin canggih dan mahal serta mempunyai peranan penting dalam keberhasilan suatu produksi. Karena itu :
1. Pastikan bahwa peralatan tersebut hanya digunakan oleh orang-orang yang terlatih.
2. Pergunakan peralatan seoptimal mungkin dan gunakan semaksimal mungkin teknik-teknik produksi, sehingga menhasilkan produksi yang terbaik.
3. Perawatan peralatan penting dilakuakan sehinga memiliki daya gua dan hasil guna yang optimal, taha lama, dan selalu siap saat akan digunakan.
4. Perawatan dilakukan secara terus-menerus, sebelum, dan setelah pemakaian. Pergunakan peralatan mengikuti operation manual.
5. Hindari pemakaian yang kasar, ceroboh dan lalai.
6. Gunakan peralatan dengan tepat guna, perhitungan cermat dan efisien.

(Dari berbagai sumber)
Diposting oleh yoki di 12:45
0 komentar:

Posting sebuah Komentar
Link ke posting ini

Buat sebuah Link
Posting Lebih Baru Posting Lama Home
Berlangganan: Posting Komentar (Atom)
FOTO AKU
HAI……..INI YOKI…….KAMU………
NAH, Buka aja (ARSIP BLOG 2007) KLIK aja langsung maka halaman depan akan terbuka buat kamu-kamu semua, para pecinta dosen Yoki, yups….
ATJEH PASCA TSUNAMI
ATJEH PASCA TSUNAMI
BERSAMA KAWAN-KAWAN
Arsip Blog
Mengenai Saya

yoki
serang, banten, Indonesia
i am born in bandung 1979. i have experience in indonesia television broadcasting, news and entertaiment program. also i am lecture in tirtayasa university in banten.

Melihat profil lengkap saya
link dosen yoki

* http://emjaiz.worpress.com
* teguhimanprasetya.wordpress.com

yoki yusanto

kreativitas anak muda jaman sekarang menuju perubahan yang progresif
Rabu, 2007 September 19
PRODUKSI SIARAN TELEVISI KE – 4

Oleh : Yoki Yusanto

Pertemuan Ke-4

Tahapan Pelaksanaan Produksi Siaran Televisi

Sebelum kita bergerak melangkah membangun sebuah tim produksi mata acara televisi kita kenali dulu apa saja yang bisa ditampilkan di layar kaca. Program Mata Acara televisi berbagai macam jenisnya, kita amati dahulu satu-persatu.

Film Dokumenter (Documentary Film)

Dokumenter menyajikan realita melalui berbagai cara dan dibuat untuk berbagai macam tujuan. Namun harus diakui, film dokumenter tak pernah lepas dari tujuan penyebaran informasi, pendidikan dan propaganda bagi orang atau kelompok tertentu. Intinya film dokumenter tetap berpijak pada hal-hal senyata mungkin. Seiring dengan perjalanan waktu, muncul berbagai aliran dari film dokumenter misalnya dokudrama (docudrama). Dalam dokudrama, terjadi reduksi realita demi tujuan-tujuan estetis, agar gambar dan cerita menjadi lebih menarik. Sekalipun demikian, jarak antara kenyataan dan hasil yang tersaji lewat dokudrama biasanya tak berbeda jauh. Dalam dokudrama, realita tetap jadi pakem pegangan.

Film Cerita Pendek (Short Film)

Durasi film cerita pendek biasanya di bawah 60 menit. Di banyak Negara seperti Jerman, Australia, Kanada dan Amerika Serikat, film cerita pendek dijadikan laboratorium eksperimen dan batu loncatan bagi seseorang/sekelompok orang untuk kemudian memproduksi film cerita panjang. Jenis film ini banyak dihasilkan oleh para mahasiswa jurusan film atau orang/kelompok yang menyukai dunia film dan ingin berlatih membuat film dengan baik. Sekalipun demikian, ada juga yang memang mengkhususkan diri untuk memproduksi film pendek, umumnya hasil produksi ini dipasok ke rumah-rumah produksi atau saluran televisi.
Film Cerita Panjang (Feature – Length Film)
Film dengan durasi lebih dari 60 menit lazimnya berdurasi 90-100 menit. Film yang diputar di bioskop umunya termasuk dalam kelompok ini. Beberapa film, misalnya Dances With Wolves, bahkan berdurasi lebih 120 menit. Film-film produksi India rata-rata berdurasi hingga 180 menit.

Film-film Jenis Lain

Profil Perusahaan (Corporate Profile)

Berkaitan dengan kegiatan Film diproduksi untuk kepentingan institusi tertentu berkaitan dengan kegiatan yang mereka lakukan, missal tayangan “Usaha Anda” di SCTV. Film ini sendiri berfungsi sebagai alat bantu presentasi.

Iklan Televisi (TV Commercial)

Film ini diproduksi untuk Kepentingan penyebaran informasi, baik tentang produk (iklan produk) maupun layanan masyarakat (iklan layanan masyarakat atau public service announcement/PSA). Iklan produk biasanya menampilkan produk yang diiklankan ‘secara eksplisit’, artinya ada stimulus audio-visual yang jelas tentang suatu produk tersebut. Sedangkan iklan produk terhadap fenomena sosial yang diangkat sebagai topik iklan tersebut. Sedangkan iklan layanan masyarakat menginformasikan kepedulian produsen suatu produk terhadap fenomena sosial yang diangkat sebagai topik iklan tersebut. Dengan demikian, iklan layanan masyarakat umumnya menampilkan produk secara implisit.

Program Televisi (T V Programme)

Program ini diproduksi untuk konsumsi pemirsa televisi. Secara umum, program televisi dibagi menjadi dua jenis yakni cerita dan non cerita. Jenis cerita ini terbagi menjadi dua kelompok yakni kelompok fiksi dan kelompok non fiksi. Kelompok fiksi memproduksi film serial (TV series), film televisi/FTV (popular lewat saluran televisi SCTV) dan film pendidikan, film dokumenter atau profil tokoh dari daerah tertentu. Sedangkan program non cerita sendiri menggarap variety show, TV quiz, talkshow dan liputan/ berita.

Video Klip (Music Video)

Sejatinya video klip adalah sarana bagi para produser musik untuk memasarkan produknya lewat medium televisi. Dipopulerkan pertama kali lewat saluran televisi MTV 1981. Di Indonesia, video klip ini sendiri kemudian berkembang sebagai bisnis yang menggiurkan seiring dengan pertumbuhan televisi swasta. Akhirnya video klip tumbuh sebagai aliran dan industry tersendiri. Beberapa rumah produksi mantap memilih video klip menjadi bisnis utama (core business) mereka. Di Indonesia, tak kurang dari 60 video klip diproduksi tiap tahunnya. (Heru Effendy, Membuat Fim itu Gampang)

Tahapan Produksi Mata Siaran Televisi

Pra Produksi (Pre Production)

Pengalaman saya (penulis, red) yang tergabung dalam tim produksi Cineraya Pranadipta, salah satu divisi produksi kreatif di stasiun televisi nasional Lativi tahun 2003-2004. Lativi membagi beberapa divisi dalam mengisi mata acara televisi. Divisi News & Ca (Current Affair) menjadi tumpuan utama sebagai divisi yang memproduksi tayangan berita. Tayangan berita televisi yang diproduksi saat itu Lativi Pagi, Lativi Siang, Lativi Sore, Dialog dan lain-lain. Divisi Produksi Lativi memproduksi tayangan Dangdut, Wanita-wanita (program dialog tentang wanita) dan lainnya. Sedangkan divisi Cineraya Paradipta, yang dipimpin oleh Slamet Raharjo Djarot, Maestro Film Indonesia. Memproduksi sinema elektronik (sinetron), Talkshow, Asmarandana, Desah Malam. Tim inti produksi Cineraya yang hanya berjumlah tujuh orang ini pun memproduksi tayangan Infotainment Paparazi dan program mahasiswa Almamater.

Sebelum memproduksi sebuah mata acara yang dilaksanakan di luar studio (out door) atau dalam studio (in dor), tim produksi haruslah memiliki tempat atau kantor sebagai base camp. Semua Treatment atau skenario dan usulan nama program hingga proses produksi dilakukan dalam rapat di kantor yang terdapat di lingkungan Lativi.

Usulan biasanya didiskusikan semua tim produksi, usulan dalam bentuk proposal diserahkan oleh produser atau penggagas mata acara kepada Eksekutif Produser. Lalu proses presentasi dan diskusi serta fokus utama tujuan sebuah acara harus disampaikan. Presentasi dilaksanakan agar produksi yang diproduksi mempunyai acuan dan standar operasional prosedur (SOP) . Naratama Sutaradara mata acara televisi menulis, Dalam mengekplorasi berbagai ide kreatif yang dapat tertuang dan diproduksi secara apik. Menganalisis target penonton, jam tayang, posisi stasiun televisi, dan studi komparasi terhadap kompetitor acara di stasiun televisi lain.

Ada hal menarik, dalam setiap presentasi mata acara, para produser selalu ditanya goal yang akan dicapai tetang program yang dibuat. Slamet Raharjo menuntut, efek apa yang akan didapatkan, setelah penonton menyaksikan tayangan kita buat. Tidak hanya itu, tujuan utama kita memunculkan tematik harus dijelaskan pula. Bobot atau kekuatan tema yang diproduksi pada divisi Cineraya Lativi, lebih diutamakan. Bahkan tidak mempersoalkan berapa banyak yang akan menonton. Seperti contoh tema tentang isu pribumi dan non pribumi bagi ethnis Tionghoa dijadikan tema utama dalam tayangan infotainment paparazzi. Padahal jelas biasanya infotainment menyangkut gossip selebritis hingga kawin – cerainya. Namun Slamet mangangkat tema yang ke luar dari isu infotainment pada umunya yang seragam di tiap stasiun televisi.
Persiapan Pra Produksi di antaranya mempersiapkan tim di luar tim inti yang akan menunjang produksi. Diantaranya mempersiapkan Desain Produksi. Pengertian desain produksi adalah sebuah rancangan produksi yag dipersiapkan untuk memproduksi sebuah mata acara. Tidak berbeda jauh dengan film, desain produksi siaran televisi setidaknya harus memperhatian hal-hal sebagai berkut ;

1. Jenis mata acara apa yang akan diproduksi ?
2. Naskah ini punya siapa ?
3. Menggunkan format video apa ?
4. Bagaimana memulai Shooting ?
5. Seluk beluk anggaran.
6. Dari mana dananya ?
7. Mempersiapkan crew.
8. Menyusun tim produksi.
9. Mempersiapkan pemeran atau pengisi acara.

Perkembangan yang terjadi di dunia pertelevisian kian kemari adalah kegiatan kreativitas yang sudah tidak menentu. Orientasi laba tujuan utama pemilik modal secara ekonomi, regulasi pemerintah yang kunjung menuai polemik tetang penyiaran, serta lembaga kontrol yang memang tak berdaya. Harus dilawan dengan tayangan yang berkualitas. Menuntut kecerdasan sang kreator televisi dalam memproduksi mata acara televisi. Kini kreator televisi dituntut lebih dapat menggali pelbagai tayangan yang harus mencerdasarkan penonton. Baik hiburan maupun berita.

Sunardian Wirodono dalam buku berjudul Matikan TV-Mu berpandangan, Berbagai bentuk materi siaran, apalagi yang berjenis hiburan seperti sinetron, kuis, infotainment, atau reality show sering lepas dari norma-norma kepatutan sebuah karya kreatif, yang semestinya juga harus bertanggung jawab pada tumbuhnya eksplorasi masyarakatnya. Munculnya berbagai kritik dan keluhan sebagian masyarakat mengenai kualitas tayangan program televisi di Indonesia menunjukan hal itu dengan jelas. Misal, banyak sinetron yang bukan saja rendah kualitas tematik, setting sosial, serta miskin dalam pendalaman materi. Apalagi, rendahnya kreativitas pihak produser itu bergabung dengan rendahnya sensibilitas pihak pengelola televisi. Kedua hal tersebut menjadi faktor yang paling berpengaruh terhadap rendahnya kreativitas pekerja kreatif.

Jenis Tayangan Mata Acara televisi

1. A. News, Jenis acara televisi banyak, sebut saja program News. Ini sebuah identitas khusus sebuah stasiun televisi. Stasiun televisi swasta nasional maupun lokal menempatkan siaran berita paling utama. Berlomba menyajikan tayangan berita dengan perbedaan angle (sudut pandang) sajian. Askurifai Baksin pakar komunikasi dari Universitas Islam Bandung menyebutkan tayangan berita televisi terfokus pada spot news berita singkat. Liputan 6 pagi, siang, petang dan malam serta Liputan 6 terkini mengedepankan berita Straight News secara Spot News. Begitu pula Metro TV dengan Metro Pagi, Metro Siang, Metro Hari Ini dan Metro Malam. Belum lagi Head Line News terfokus pada berita singkat. Banyak lagi, ada Buletin Pagi, Buletin Siang, Buletin Malam dan Seputar Indonesia (RCTI), Fokus (Indosiar) dll. Berbeda di Trans TV, Berita yang lebih mengedepankan In Depth Reporting. Trans TV mengemas sajian berita dengan tayangan Investigasi di program Reportase Sore. Format Berita televisi yang mengedepankan Aktualitas dan Faktualitas, biasanya dilengkapi dengan Feature News, Sport News. Kini bertambah lagi bagiannya, yaitu Jurnalisme Kuliner yang termasuk pada segment Feature News.

B. Drama (FIKSI), dalam bukunya Kunci Sukses Menulis Skenario, Elizabeth Lutters membagi drama ke beberapa jenis drama fiksi. Pengertiannya adalah, jenis cerita fiksi yang bercerita tentang kehidupan dan perilaku manusia sehari-hari. Jenis cerita drama jika mengikuti teori Aristoteles, hanya digolongkan menjadi tragedy, komedi, dan gabungan antara tragedy dan komedi.

Drama Tragedi, adalah cerita yang berakhir dengan duka lara atau kematian. Sedangkan Drama

Komedi, terbagi menjadi beberapa jenis a.l :

Komedi Situasi, cerita lucu yang kelucuannya bukan berasal dari para pemain, melainkan karena situasinya.

Komedi Slapstic, Cerita lucu yang diciptakan dengan adegan menyakiti para pemainnya, atau dengan gerak vulgar dan kasar.

Komedi Satire, Cerita lucu yang penuh sindiran tajam.

Komedi Farce, Cerita lucu yang bersifat dagelan, sengaja menciptakan kelucuan-kelucuan dengan dialog dan gerak laku lucu.
Diposting oleh yoki di 15:53
3 komentar:


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: